بسم الله الرحمن الرحيم.

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH DAN PENYAYANG

C cantik & C hensem ^__^

kata- kata aluan dari pemilik syarikat

*TERIMA KASIH SEBAB SUDI MENJENGAH KE PAGES YG X SEBERAPA INI...
*PAGES INI DIBINA BERTUJUAN HANYA UNTUK LUAHAN HATI,FIKIRAN,CAMBAHAN IDEA PEMILIK SAHAJA
* PENDEK KATA HANYA UNTUK SUKA2 N HEPI2 SAJA
*TAK MAHU GADUH2 YER?
*PEACE NO WAR..(^__^)V

Memaparkan catatan dengan label islam. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label islam. Papar semua catatan

Khamis, 5 Mei 2011

betul ker cara kita pakai cincin ek!!!



Sekarang ni ramai yang pakai cincin....tapi ikut suka dia je..

sunnah nabi jarang nak ikut ..

Dikatakan bahawa menyimpan sebatang jari kuku yang panjang, dosanya sama seperti memelihara sekandang babi !!!! ..oppss khinzir lembut sikit , jika kesemua jejari kita menyimpan kuku yang panjang.... bayangkanlah dosa yang telah kita tanggung untuk kesemua babi-babi tersebut..... potonglah kuku anda.

The Truth

Jangan ada niat simpan kuku panjang , walaupun hanya 1 mm atau pun hanya jari kelingking. Bagi orang Islam adalah tidak sesuai berkuku panjang atas apa alasan sekalipun kerana ia tidak membayangkan kesucian dan ia juga bukan budaya kita apatah lagi menggunakan tangan untuk beristinjak.

Orang Melayu yang berkuku panjang biasanya mempunyai anak yang bodoh atau pun degil dan suka melepak sebab diberi makan bahan kotor yang berada di kuku jari emaknya semasa menyediakan makanan seperti memerah santan kelapa, buat cokodok pisang, uli tepong, dll. Apa ilmu pun yang di ajar pun tak akan boleh diterima masuk ke dalam kepala.

Percayalah.

Untuk yang bujang beringat lah. Kalau hendak cari pasangan dan mahu anak yang pandai dan mendengar kata pilihlah wanita atau lelaki yang sentiasa berkuku pendek. Insya-Allah.

Additional info

Kuku panjang mempunyai sejenis kuman seperti yang terdapat dalam najis manusia, iaitu E-Coli. Kuman tersebut tidak akan hilang walaupun kita mencuci tangan dengan sabun. Oleh itu, sentiasalah berkuku pendek untuk kesihatan dan kebersihan diri sendiri. Ini tak termasuk korek taik hidung, telinga dan sewaktu dengannya..

Nasihat Nabi Muhammad Saw. kepada Saidina Ali rhu. sesudah bernikah dengan Siti Fatimah iaitu anakanda kesayangan , Nabi Muhammad Saw. berpesan kepada Saidina Ali iaitu kalau memakai cincin pakailah di jari

1] jari manis 2] jari kelingking (anak jari)

dan jangan memakai pada jari 1] jari tengah 2] jari telunjuk

Nabi Muhammad saw. melarang kerana memakai cincin pada jari telunjuk dan jari tengah adalah meniru cara berhias kaum yang dilaknat oleh Allah iaitu kaum yang derhaka di zaman Nabi Lut a.s.

Perhatian

Cara memakai cincin adalah termasuk lelaki atau pun perempuan.

p/s: saudara dan saudari, sila nasihatkan kawan-kawan dan jugasaudara- mara ataupun anak-anak tentang kaedah yang betul untuk berhias di dalam syariat Islam, kalau tidak sia-sia saja kita mendapat laknat dari Allah Swt. Nabi saw. memakai cincin dan kalau kita memakai cincin dengan niat mengikut sunnah Nabi saw. senang je kita dapat pahala.

DAH ABIS BACA TU SHARE LAH PD KEKAWAN YG MUNGKIN ADA YANG BELUM TAHU PUN DAPAT PAHALA GAK



sumber http://nahdahmuslim.blogspot.com/2010/11/betuk-ker-cara-kita-pakai-cincin-ek.html#ixzz1KRZI403i

Rabu, 30 Mac 2011

huraian surah AL-FATIHAH

1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang [1].

[1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih haiwan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan- Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.

2. Segala puji [2] bagi Allah, Tuhan semesta alam [3].

[2] Alhamdu (segala puji). Memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berrati: menyanjung-Nya karena perbuatanNya yang baik. Lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap nikmat yang diberikannya. Kita menghadapkan segala puji bagi Allah ialah karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.

[3] Rabb (Tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati Yang Memiliki, Mendidik dan Memelihara. Lafal rabb tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah).

'Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti alam manusia, alam haiwan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. ALlah pencipta semua alam-alam itu.

3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

4. Yang menguasai [4] di Hari Pembalasan [5].

[4] Maalik (Yang Menguasai) dengan memanjangkan mim,ia berarti: pemilik. Dapat pula dibaca dengan Malik (dengan memendekkan mim), artinya: Raja.

[5] Yaumiddin (Hari Pembalasan): hari yang diwaktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa' dan sebagainya.

5. Hanya Engkaulah yang kami sembah [6], dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan [7].

[6] Na'budu diambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.

[7] Nasta'iin (minta pertolongan) , terambil dari kata isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.

6. Tunjukilah [8] kami jalan yang lurus,

[8] Ihdina (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. Yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.

7. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat [9].

[9] Yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

Muqaddimah

Surat Al Faatihah (Pembukaan) yang diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat adalah surat yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap diantara surat-surat yang ada dalam Al Quran dan termasuk golongan surat Makkiyyah. Surat ini disebut Al Faatihah (Pembukaan), karena dengan surat inilah dibuka dan dimulainya Al Quran. Dinamakan Ummul Quran (induk Al Quran) atau Ummul Kitaab (induk Al Kitaab) karena dia merupakan induk dari semua isi Al Quran, dan karena itu diwajibkan membacanya pada tiap-tiap sembahyang.

Dinamakan pula As Sab'ul matsaany (tujuh yang berulang-ulang) karena ayatnya tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam sembahyang.

Surat ini mengandung beberapa unsur pokok yang mencerminkan seluruh isi Al Quran, yaitu :

1. Keimanan :

Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa terdapat dalam ayat 2, dimana dinyatakan dengan tegas bahwa segala puji dan ucapan syukur atas suatu nikmat itu bagi Allah, karena Allah adalah Pencipta dan sumber segala nikmat yang terdapat dalam alam ini. Diantara nikmat itu ialah : nikmat menciptakan, nikmat mendidik dan menumbuhkan, sebab kata Rab dalam kalimat Rabbul-'aalamiin tidak hanya berarti Tuhan atau Penguasa, tetapi juga mengandung arti tarbiyah yaitu mendidik dan menumbuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa segala nikmat yang dilihat oleh seseorang dalam dirinya sendiri dan dalam segala alam ini bersumber dari Allah, karena Tuhan-lah Yang Maha Berkuasa di alam ini. Pendidikan, penjagaan dan Penumbuahn oleh Allah di alam ini haruslah diperhatikan dan dipikirkan oleh manusia sedalam-dalamnya, sehingga menjadi sumber pelbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat menambah keyakinan manusia kepada keagungan dan kemuliaan Allah, serta berguna bagi masyarakat. Oleh karena keimanan (ketauhidan) itu merupakan masalah yang pokok, maka didalam surat Al Faatihah tidak cukup dinyatakan dengan isyarat saja, tetapi ditegaskan dan dilengkapi oleh ayat 5, yaitu : Iyyaaka na'budu wa iyyaka nasta'iin (hanya Engkau-lah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan) . Janji memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk.

Yang dimaksud dengan Yang Menguasai Hari Pembalasan ialah pada hari itu Allah-lah yang berkuasa, segala sesuatu tunduk kepada kebesaran-Nya sambil mengharap nikmat dan takut kepada siksaan-Nya. Hal ini mengandung arti janji untuk memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk. Ibadat yang terdapat pada ayat 5 semata-mata ditujukan kepada Allah, selanjutnya lihat no. [6].

2. Hukum-hukum :

Jalan kebahagiaan dan bagaimana seharusnya menempuh jalan itu untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Maksud "Hidayah" disini ialah hidayah yang menjadi sebab dapatnya keselamatan, kebahagiaan dunia dan akhirat, baik yang mengenai kepercayaan maupun akhlak, hukum-hukum dan pelajaran.

3. Kisah-kisah :

Kisah para Nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang Allah. Sebahagian besar dari ayat-ayat Al Quran memuat kisah-kisah para Nabi dan kisah orang-orang dahulu yang menentang. Yang dimaksud dengan orang yang diberi nikmat dalam ayat ini, ialah para Nabi, para shiddieqiin (orang-orang yang sungguh-sungguh beriman), syuhadaa' (orang-orang yang mati syahid), shaalihiin (orang-orang yang saleh). Orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat, ialah golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

CREDIT TO :
http://rubbertapperz.blogspot.com

Ahad, 27 Mac 2011

dia suamiku...


Ramai wanita mengimpikan suami seperti ini?

SEBAGAI lelaki, pernahkah terfikir untuk menjadikan diri sebagai orang dikagumi? Bukan saja memiliki perawakan menarik tetapi hadir dalam satu pakej yang penuh kesempurnaan sehingga menjadi teladan kepada semua – disayangi isteri, dihormati anak-anak, disanjung keluarga dan sekali gus berjaya dalam kehidupan dunia akhirat?
Kalaulah anda belum berpunya, pasti ramai yang bakal menjadi pemujanya. Namun berusahalah menjadi lelaki yang sempurna dan cuba memenuhi apa yang diinginkan wanita. Jika anda mengidam mendapat pasangan yang memenuhi segalanya, tidak salah sekiranya mencuba untuk menjadi lelaki yang sesempurna mungkin.
Berikut adalah petua bagaimana hendak memenuhi aspirasi berkenaan dan anda mungkin mampu memenuhinya jika piawaian yang anda ada menepati apa yang dicari golongan hawa.
Pastinya jika ciri itu ada pada diri anda, tentunya anda lelaki paling bahagia di dunia ini kerana mampu memenuhi kehendak masyarakat, agama dan meletakkan kesempurnaan diri pada tahap yang sewajarnya.
Marilah kita selidiki kalau ciri-ciri atau petua yang dititipkan ini ada pada diri anda atau sememangnya ia sifat semula jadi anda. Tentu anda bakal diburu oleh wanita mendambakan lelaki seperti dimaksudkan.
1. Pasang niat dan berdoa untuk menjadi suami terbaik. Tanpa berniat dan berdoa anda tidak mungkin jadi suami yang cemerlang. Ramai suami terlupa mengenai hal ini.
2. Jika sudah mendirikan rumah tangga, ber syukur kerana mempunyai pasangan. Yakinlah isteri anda pasangan terbaik yang Tuhan tentukan untuk anda. Ketentuan Tuhan adalah yang terbaik.
3. Suami ‘mithali’ menjadi kebanggaan isteri. Pastikan anda membentuk sifat positif dan istimewa. Cuba tanya diri apakah sifat atau amalan yang boleh dibanggakan isteri anda.
4. Pastikan anda ada masa untuk berbual dengan isteri setiap hari. Semua isteri bahagia apabila dapat berbual dengan suami. Berapa minit yang anda luangkan untuk berbual dengan isteri setiap hari?
5. Setiap hari pulang dengan senyum dan bersemangat. Apabila suami tersenyum, isteri dan anak-anak akan bahagia dan rahmat Tuhan akan turun. Senyumlah apabila sampai ke rumah.
6. Pastikan anda bergurau senda dengan isteri di dalam kenderaan semasa dalam perjalanan ke tempat kerja ataupun ke mana sahaja. Ramai suami membazir masa dengan membisu semasa di dalam kenderaan.
7. Telefon isteri ataupun hantar SMS sekadar untuk menyatakan yang anda sayang ataupun rindu pada isteri. Isteri anda akan berasa seronok dan bahagia apabila mendapat panggilan ataupun mesej tersebut.
8. Hiburkan hati isteri anda dengan bercerita, buat lawak atau gurauan yang mesra. Setiap gurauan mengubat hati isteri dan mengeratkan hubungan suami isteri.
9. Amalkan makan bersama setiap hari. Berbual mesra dan nasihat menasihati semasa makan. Amalan ini akan menarik hidayat Tuhan dan mengeratkan hubungan. Elakkan berbual perkara yang melalaikan semasa makan.
10. Ajak isteri mandi bersama sekali sekala. Bergurau senda semasa mandi bersama adalah sunnah yang dapat mengeratkan hubungan suami isteri.
11. Bantu isteri melakukan kerja rumah. Ini adalah sunnah yang dapat meringankan beban isteri, mengeratkan kasih sayang dan membahagiakan pasangan anda.
12. Amalkan mesyuarat keluarga sekerap mungkin. Amalan bermesyuarat menarik hidayat Tuhan, mengeratkan hubungan dan menyelesaikan banyak masalah.
13. Pastikan penampilan anda anggun, kemas, bersih, wangi, sihat dan ceria. Ramai suami inginkan isteri yang mengancam, tetapi mengabaikan penampilan diri sendiri. Mana adil ?
14. Didik isteri dengan memberi nasihat dan peringatan secara hikmah. Jadikan tindakan dan amalan anda sebagai contoh teladan yang cemerlang. Elakan cakap tak serupa bikin.
15. Berikan nafkah kepada isteri mengikut keperluan keluarga dan kemampuan suami. Ramai suami mengabaikan nafkah kerana isteri bekerja. Ramai suami yang kedekut dan berkira. Ini menyebabkan isteri derita dan rumah tangga terancam.
16. Jadikan penawar hati kepada isteri. Ambil berat keperluan, kemahuan dan peka kepada emosi dan situasi isteri. Isteri yang bahagia membentuk keluarga sejahtera.
17. Sentiasa taat kepada semua perintah Tuhan dan memastikan keluarga juga patuh kepada Tuhan.
18. Suami mithali sentiasa menyimpan rahsia isteri. Ramai suami secara sengaja ataupun tidak sengaja menceritakan keburukan isteri kepada orang lain. Ini wajib dihentikan.
19. Muliakan keluarga isteri seperti keluarga sendiri. Ada suami yang membeza-bezakan antara keluarganya dan keluarga isteri. Ada suami memusuhi keluarga isteri. Anda bagaimana?
20. Bentuk sifat cemburu yang positif. Cemburu tanda beriman, sayang dan endah. Suami yang tidak cemburu adalah dayus. Isteri amat suka apabila suaminya ada sifat cemburu. Dia rasa dihargai.
21. Jadilah suami yang pemaaf. Syurga isteri di bawah tapak kaki suami. Maafkanlah isteri setiap malam sebelum tidur supaya rumah tangga bahagia dan isteri mudah masuk syurga.
22. Tegur kesilapan isteri dengan hikmah dan kasih sayang. Isteri merajuk bukan sebab ditegur tetapi cara ditegur yang kasar. Apabila suami kasar, isteri jadi takut, bingung, hiba dan memberontak.
23. Gunakan Nabi Muhammad s.a.w sebagai ‘role model’. Hidupkan amalan sunnah dalam rumah tangga. Sebut nama rasul apabila mendidik dan menasihati keluarga bagi mendapat hikmah.
24. Mendahulukan keperluan isteri daripada orang lain. Ini adalah tertib memberi khidmat. Ramai suami yang melebihkan orang lain daripada isterinya. Elakan kesilapan ini.
25. Suruh isteri dirikan sembahyang dan ibadah lain. Apabila berjauhan, telefon atau SMS bagi mengingatkan sembahyang. Wasiatkan isteri untuk sembahyang fardu dan sunat. Buat pesanan ini sehingga suami meninggal dunia.
26. Cintai isteri sepenuh hati. Cintai tanpa syarat, bertambah mengikut usia, penuh kemaafan, memberi tenaga, tidak pernah sengsara serta berteraskan iman dan takwa.
27. Sentiasa berubah secara positif. Sebelum cuba ubah isteri dan keluarga, ubah diri dulu. Apabila suami berubah, keluarga akan turut berubah. Apabila suami cemerlang, isteri akan gemilang.
28. Pamer keprihatinan yang tinggi terhadap keluarga. Ramai suami tidak ambil kisah dengan keluarga mereka.Cuba tanya apa lagi khidmat tambahan yang patut diberikan kepada keluarga.
29. Pamer kematangan yang tinggi. Orang yang matang tenang, sabar, waras, bijaksana, dapat membuat keputusan dan cekap menyelesaikan masalah.
30. Memuliakan semua perempuan bukan sekadar isterinya. Ramai lelaki cuba hormat wanita tertentu sahaja. Ramai isteri yang kecewa terhadap suami yang menghina atau tidak hormat sebarang wanita termasuk pembantu rumah.


petikan AL-QUR'AN dalam menyifatkan wanita solehah


Kedudukan wanita yang Solehah tidaklah dapat dicapai dengan hanya menonton drama filem cinta Korea atau membaca novel-novel cinta atau menyertai mana-mana jemaah atau kumpulan lalu memakai pakaian jubah dan bertudung labuh sahaja.

Kita tahu betapa ramai wanita bertudung labuh dan berjubah sering menghancurkan hati lelaki-lelaki yang beriman dan mengecewakan para pejuang Islam dan kita juga tahu wanita yang mengambil jurusan agama pun seringkali mungkir janji dan berlaku khianat.

Seperti lelaki, kita juga mengetahui lebai dan kopiah boleh dipakai dan ditanggal sekaligus juga janggut boleh tumbuh dan dicukur lalu menjelaskan bahawa penampilan luaran selalu tidak dapat dijadikan sebagai kayu ukuran kesolahan dan kebaikan..

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : “Ketahuilah bahawa dalam tubuh ini terdapat segumpal daging Jika ianya baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan sebaliknya apabila ianya rosak maka rosaklah pula seluruh tubuh ini.” (Hadith sahih riwayat Bukhari 1/126 dan 4/290-Al Fath, Muslim 1599 dari Nu’man bin Basyir radliyallahu 'anhuma).

Islam Memberi Jalan Penyelesaian

" Mudah-mudahan tuhan-Nya, jika nabi menceraikan kamu bahawa tuhan pasti akan mengantikan kamu dengan isteri-isteri yang lain yang lebih baik dari diri kamu iaitu perempuan-perempuan muslimat, mukminat yang taat dan bertaubat serta beribadah yang berpuasa baik janda atau perawan" (At-Tahrim : 5).

Allah menyebut beberapa ciri perempuan yang solehah iaitu :

1) Perempuan muslimat yang beragama Islam dan menyerah diri kepada Allah dan rasul
2) Perempuan mukminah yang beriman dan yakin kepada Allah dan janji-janji- Nya
3) Muslimah yang taat kepada Allah dan rasul serta kepada suami
4) Muslimah yang seringkali bertaubat di atas dosa-dosa dan kesalahan dan kejahilannya
5) Muslimah yang rajin menunaikan ibadah dan berpuasa kerana dengan puasa itu dapat mengawal hawa nafsu dan kelakuan.

“ Sesungguhnya Allah memberi hikmah kepada sesiapa yang dikehendaki- Nya dan barangsiapa yang diberikan hikmah maka sesungguhnya dia telah mendapat kebaikan yang banyak.” (Surah Al-Baqarah : 269).

Islam mengajar untuk mengetahui kebaikan agama seseorang ialah melalui amalan kebaikan yang dilakukan dan kesungguhan seseorang pada agama dan hal ini dapat dilihat dengan jelas melalui kehidupan yang dilaluinya.

Seorang Saleswomen (penjual perempuan) yang bekerja di supermarket sekalipun kerjanya tidak bagus apabila terpaksa bercampur dengan lelaki dan menjebakkan dirinya kepada sosial dan mempromosikan barangan sehingga mendedahkan dirinya kepada pandangan buruk dan fitnah tetapi adakalanya mereka ini memiliki hati yang mulia dan suci.

“Dan hamba perempuan yang mukminah itu lebih utama dan baik bagi kamu dari perempuan musyrik yang kafir walau dianya menarik perhatian kamu” ( Al-baqarah : 221).

Mengasihi orang tua, orang susah, tidak suka bahkan benci menyakiti hati manusia lainnya apatah lagi menghancurkan hati seorang lelaki yang beriman dan sanggup bekorban menghancurkan dirinya sendiri (memiliki sifat ihsan) demi kebaikan orang lain menyebabkan tanpa tangguh golongan sepeprti ini mendapat rahmat Allah dan akhirnya dibimbing kepada hidayah dan pertunjuk dan hidupnya diberkati di langit sekalipun di bumi dia berasa hina dan tiada maruah.

Malaysia, dipenuhi wanita-wanita yang tidak bertudung , tidak menutup aurat , jahil agama dan tiada kesedaran untuk melaksanakan Islam tetapi dalam kerosakan itu ada di celah-celah kaca yang melukakan anak adam akan sejumlah wanita suci yang bersih hatinya tetapi diuji oleh Allah dengan berada di lingkungan kekotoran.

Mereka membesar tanpa ilmu agama, tanpa hidayah pertunjuk lalu hidup sosial dan bebas sehingga merosakan diri mereka tetapi punyai hati yang bersih dan suci. Alangkah bagusnya jika lelaki-lelaki muslim mendapatkan wanita-wanita ini dan diberi bimbing serta dipandu mereka sehingga mendapat hidayah dari Allah swt.

Kepentingan Hati dan Akhlak yang Baik

Sebaliknya kita mengetahui pula, wanita yang berpakaian jubah dan tudung labuh dan mendalami pengajian agama kerap kali melanggar batas dan merasa mereka mulia dan beragama sehingga menyebabkan mereka merasa bongkak dan sombong serta ego dan berlagak lalu dengan itu selalu menghancurkan diri mereka.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : “Ketahuilah bahawa dalam tubuh ini terdapat segumpal daging Jika ianya baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan sebaliknya apabila ianya rosak maka rosaklah pula seluruh tubuh ini.” (Hadith sahih riwayat Bukhari 1/126 dan 4/290-Al Fath, Muslim 1599 dari Nu’man bin Basyir radliyallahu 'anhuma).

Bukankah wanita-wanita bertudung labuh dan berjubah ini ialah golongan yang kerap mengatakan kami ingin suami yang berfikrah dan menolak lelaki beriman yang berakhlak mulia hanya kerana fikrah ? Juga wanita bertudung labuh ini ialah mereka yang manis bicara pada lisan tapi kelat dan kotor pada hati dan perbuatan.

“ Katakanlah : Mahukah kami khabarkan kepada kamu akan keadaan golongan yang hanya merugi amalan mereka ? Iaitu mereka yang sesat perbuatan mereka (jalan mereka) di dunia sedangkan dalam kesesatan itu mereka menyangka mereka sedang berbuat baik”. (Al-kahfi : 103-104).

Menjadi perkara biasa mereka tidak mengenang budi pada lelaki yang bekorban masa depan dan hidupnya kepada mereka dan dengan mudah beralasan konon mahu menjaga hati dan maruah konon tidak mahu bercinta-cinta dan menerima cinta lelaki.

Mereka kemudian tergedik-gedik mahu berkahwin dan sedia menerima cinta apabila lelaki sefikrah dan sefahaman dengan mereka atau lelaki pilihan mereka datang menghulur bunga “ukhuwah” persahabatan dan kemudian berkasih-kasihan dengan mereka di bawah “Cinta Islamik”.

“Dan Dia menghalalkan bagi mereka segala benda yang baik, dan mengharamkan kepada mereka segala benda yang jijik (keji, buruk)" (Surah Al-A‘raf, ayat 157).

Alangkah sekiranya lelaki muslim yang beriman mengalih mata mereka kepada hati dan melihat kepada peribudi akhlak dan kesungguhan hati yang ingin kebaikan dari seorang wanita lemah di jalanan, di pasaraya, di kota-kota dan bandaraya mungkin mereka akan menjumpai wanita yang dengan mudah dapat menanggalkan pakaiannya untuk diberi kepada lelaki yang dicintainya.

Lalu ketika itu alangkah bagus jika lelaki yang beriman menahan perbuatannya dan mengajar wanita yang suci hatinya akan erti agama, taqwa, malu dan maruah serta menunjuk ajar kepadanya jalan sunnah rasulullah sehingga akhirnya wanita itu benar menanggalkan pakaiannya kepada lelaki itu tetapi dalam hak dan benar menurut syariat Allah swt.

“Adapun golongan yang takut kepada kebesaran tuhan mereka maka mereka menahan hawa nafsunya (tidak menurut hawa nafsu) maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal mereka” (An-Na’ziaat: 40).

Oleh : Ustaz Emran
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...